Iklan

Money Politics ?

Redaksi Pelajar NU Banjarnegara
Friday, July 19, 2019, 23:55 WIB Last Updated 2019-07-19T17:06:38Z

IPNU IPPNU BANJARNEGARA- Mendekati Pilkades pasti identik dong dengan kata MONEY POLITICS :D
Diantara bentuk-bentuk kegiatan praktek Money Politics yang sangat familiar yaitu: - distribusi sumbangan baik berupa barang atau uang kepada para simpatisan,  golongan atau kelompok tertentu, 

Money politics juga sangat efisien untuk memperbesar peluang kemenangan, baik dari jangka beberapa bulan maupun jangka hanya beberapa jam (serangan fajar) sebelum pemilihan berlangsung.

Kita lihat konteks pilkades yang memakai sistem politik uang, apakah rakyat yang mencicipi uang benar-benar mau mencoblos tanda gambar calon kepala desa yang telah memberikan uang atau mungkin mereka berkhianat?. Karena dalam masyarakat telah berkembang pemahaman bahwa pilkades bukan saja pesta demokrasi, tapi juga pesta bagi-bagi uang.

Apalagi sekarang, banyak antek-antek calon kepala desa mendekati para tokoh masyarakat, ormas-ormas, bahkan TPQ/MADIN dalam mencari jaringan untuk memperkuat nafsu kekuasaanya, ya, kalau hanya sekedar mempererat tali silaturrahmi si hal biasa, tapi bagaimana jika aksi blusukanya hanya untuk kepentingan kekuasaan? Seharusnya Kita warga Nahdliyin sadar akan bahayanya praktek politik uang maupun politik praktis, 

Kita telaah lagi pada asas pemilu yang bersifat “bebas”, dengan kita menerima politik uang berarti kita sudah tidak lagi mempunyai kebebasan dalam berdemokrasi, dan pastinya sistem politik uang menyalahi asas pemilu yang bersifat adil, Jika Money Politics terus terjadi, dapat dipastikan bahwa dunia politik akan semakin hilang kewarasanya.

Demokrasi hanya akan menjadi lahan bagi kaum menengah keatas (Borjuis), Bahkan suatu saat demokrasi hanya akan dimanfaatkan oleh mereka yang memiliki hasrat tak terbendung dan kerakusan untuk menguasai harta kekayaan desa, maka dari itu, segala cara akan mereka lakukan untuk meraih kekuasaan, dan kekuasaan itu kemungkinan besar untuk menggantikan harta yang telah dilakukan untuk meraih kekuasaan dengan skala yang besar.

Jadi, kita sangat membutuhkan aparatur-aparatur desa sejati yg siap mengabdi kepada rakyat dan negara untuk melawan praktik money politics, 
Oleh sebab itu semoga kedepannya khususnya kita kader nahdliyin penerus bangsa, bisa menjadi garda terdepan untuk keutuhan NKRI dalam menangkal praktik money politics yg sudah mendarah daging dan sudah menjadi budaya.
Amiiin ya robbal 'alamin

 (Dafiq/007)
Komentar

Tampilkan

Terkini

PUISI

+