Advertisement

Artikel

GAPTEK, Orang NU Budayanya…

Mas Zuuul
31 Oktober, 2019, 11.16 WAT
Advertisement


Singgih Hamdani ma'ruf, Pelajarnu-bara.or.id- Kali ini saya sedikit tergelitik setelah berselancar di media sosial, tentunya setelah stalking postingan mantan dan menghitung banyaknya mention obat peninggi badan yang ada di timeline sosial media saya. Hal itu adalah fenomena gaptek, Hmm.. gagap teknologi yang saya maksud bukan gagap dan kemampuan konsumsi teknologi yang rendah, justru yang saya maksud adalah konsumsi teknologi tinggi namun pengetahuan dan budaya sosial media buruk.

Bahkan diantara kita sebagai orang NU ataupun para aktivisnya seringkali terjebak di etika sosial media yang salah, atau sosial media merubah pola pikir dan doktrin kita kea rah yang salah. Hal ini saya simpulkan dari beberapa ketidaksengajaan yang ada dalam sosial media dan penelusuran yang disengaja. Bahkan saya menemukan beberapa kader NU disetiap post dan follower-nya berisi ustad-ustad yang notabenya bukan ahlisunnah waljamaah annahdliyah.

Sosial media membuat kita lebih jauh menjelajah dan memberi segala macam akses informasi sesuai dengan keinginan, namun akses informasi yang mudah ini juga ternyata belum mampu diterima dengan efektif dan selektif oleh kita. Dan lucunya kader NU yang sudah di bai’at dan diberikan pendidikan kader-pun masih mudah digoyahkan oleh ustad-ustad model panitia surga.

Topik yang dijual-pun beraneka ragam, mulai ditingkat pelajar yang biasanya dijual kepada barisan sakit hati akibat ke-baperan extra yang dimonopoli oleh pendakwah jadi-jadian yang memanfaatkan kelabilan, untuk ranah ini kebanyakan topiknya adalah cinta-cintaan. Sedangkan di ranah selanjutnya adalah menjual idealisme dan semangat menggebu-gebu tentunya ini sangat laku diranah mahasiswa apalagi yang diracuni bumbu-bumbu timur tengah. Adapula bapak dan ibu komplek kelas bawah yang ditanya keadilan negri tanpa paham dalil hadis yang disertakan yang solusinya hanya satu yaitu khilafah.

Kader NU harus mampu berbenah diri, fenomena gaptek ini juga menjerat kader Nahdlatul Ulama bukan orang yang layak dikata awam. Kita besar dalam nama dan jumlah sebagaimana populasi NU yang dikutip dalam buku “NU DAN KEINDONESIAAN” karya Mohamad Sobary, ketua PBNU Periode 1999-2004 Almaghfurllah KH. Hasyim Muzadi pernah menyatakan jumlah warga NU sekitar 60 Juta. Namun Gusdur menaksir lebih dari 50% orang Indonesia adalah warga NU atau sekitar 120 Juta.

Namun dari kebesaran warga NU atau berapapun jumlah yang sebenarnya kita masih tertinggal jauh di dunia maya, Padahal banyak kyai NU yang bisa di jumpai di sosial media seperti KH. Mustofa Bisri, Gus Nadirsyahhhossen, Gus Baha, Gus Muwafiq, KH. Said Aqil Siraj dan masih banyak lagi. Oleh karenanya warga NU bukan hanya sekedar mampu berceramah namun juga harus mampu untuk paham teknologi dan budayanya, bayangkan ketika semua warga NU mau untuk share, like dan mengikuti akun-akun NU maka NU akan mampu menguasai jagat dunia maya. (Red'/Singgih) Editor: Redaksi

TrendingMore