Iklan

Pesan untuk pemimpin tertunda "Untuk kader, kalau kalah jangan baper!"

Redaksi Pelajar NU Banjarnegara
Friday, November 22, 2019, 11:21 WIB Last Updated 2019-11-23T01:59:07Z
Pelajar NU banjarnegara usai gelar Konfercab, PC IPNU Banjarnegara.
Dokumen Desember 2018

Singgih Hamdani Ma'ruf, Pelajarnu-bara.or.id- Kurang dari 3 minggu, permusyawaratan tertinggi IPNU IPPNU di tingkat wilayah Jateng akan segera digelar di pondok pesantren Al fadlu 2 Sidorejo, Brangsong, Kendal.

Nama untuk menuju Jateng satu juga mulai muncul dengan membawa visi, misi, dan pendekatannya masing-masing tentunya saja untuk menggaet suara di tingkatan cabang supaya mulus dalam pemilihan. Saya akan sedikit membahas bukan dalam konteks kepentingan tapi dalam sudut pandang kader dan kemajuan organisasi.

Membangun IPNU IPPNU lebih maju adalah cita-cita setiap kader tentu pasti dengan kemajuan yang subjektif pula, hal ini bisa dilihat dari semua visi misi yang dibawa setiap calon biasanya cenderung berbeda atau bahkan saling menjatuhkan satu sama lain demi kepentingan masing-masing dengan alibi memuluskan laju organisasi atau sekedar pragmatisme pribadi. 

Dalam konsep berpikir, manusia mempunyai standar berpikir yang disebut sistem berpikir satu sistem ini bekerja dengan tiga cara kerja yaitu instan, dangkal, dan emosional. Ini membuat manusia mempunyai naluri untuk berpikir namun tidak analistis dan mempunyai kebenaran subjektif.

Kebenaran subjektif menimbulkan konflik yang terbangun secara masif baik di lingkup organisasi yang disebut "MISUH", Misuh biasanya terbangun oleh dua hal.

Yang pertama karna kebanyakan manusia masih memakai sistem berpikir satu yang membuatnya mudah untuk "DIPONGAHI".

Yang kedua karena memang dibangun secara sengaja dan sistematis supaya memuluskan segala apa yang diperjuangkan. Hal ini saya sebut dengan istilah wacana destruktif wacana yang dibangun untuk memantapkan kepentingan namun akan melumpuhkan organisasi dari dalam, mengapa? 

Karna akan menghasilkan produk kader yang disebut "#BARISAN SAKIT HATI" yang biasanya terlanjur sakit hati seusai pemilihan dan tentunya kalah dalam pertarungan. Barisan ini akan merusak tatanan organisasi baik secara gerakan maupun konsolidasi organisasi kedepan oleh karenanya kutipan dari Pak Kyai Munif Abdul Muhid kemarin mungkin jadi pesan bagi para kontestan Jateng satu yang akan berlaga di Kendal.

Apa pesan beliau? Yah cukup ringan dan mengena " Jangan baper, anggap saja masalah yg kita hadapi adl permainan. Karna kontestasi adl hal biasa untuk bersama menciptakan harmoni dalam berorganisasi. "

Yah sekali lagi saya berpesan kepada calon pemimpin Jateng satu yang tertunda, "kebaperan adalah sifat yang melemahkan manusia. Dia akan menumpulkan akal dan membawamu kepada kegalauan. "

Tetap berkhidmat walau kalah, karna cinta pada ikatan tidak semurah itu untuk diperjual belikan.

#IPNU #KONFERWIL #OPINI
Komentar

Tampilkan

Terkini

PUISI

+