Advertisement

PUISI

PUISI: Kembali Kami Kenang

Redaksi Pelajar NU Banjarnegara
10 November, 2019, 09.31 WAT
Advertisement
Kembali Kami Kenang

Mari kembali bernostalgi
Berpuluh-puluh tahun silam bau anyir darah menjadi bukti
Tiap tetes keringat, air mata, menjadi saksi
Sebilah bambu runcingpun turut menemani
Merdeka atau mati!

Tertanam di jiwa para kesatria bangsa ini
Kobaran semangat berapi-api
Terus maju, berlari dengan langkah pasti
Meski tiap langkah serasa menuju eksekusi mati

Mati? terkapar? ah tidak peduli!
Kata mereka, demi harga diri ibu pertiwi
Sampai akhirnya, Netherlands dan para penjajah yang serakah itu undur diri
Dari tanah air tercinta ini.

Telah gugur pahlawanku
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh sribu
Tanah air jaya sakti
Gugur bungaku di taman hati
Dihari baan pertiwi
Harus semerbak menambahkan sari
Tanah air jaya sakti.
(Gugur Bunga, Ismail Marzuki)

Duhai bunga bangsa
Indonesia kita sedang merintih menahan duka
Maafkan kami yang katanya generasi penerus bangsa
Tapi belum bisa berbuat apa-apa untuk Indonesia.
Terlepas dari itu, terima kasih dari kami
Semoga engkau selalu terkenang di sanubari
Tidak hanya tersusun rapi di buku histori
Hari ini,
Kami kirimkan untaian doa menuju langit untukmu pahlawan negeri.

Kampung halaman, 10 November 2019
Shol.

TrendingMore