Iklan

Jelang Konferwil IPNU IPPNU Jawa Tengah di Kendal

Redaksi Pelajar NU Banjarnegara
Wednesday, December 4, 2019, 19:45 WIB Last Updated 2019-12-04T15:35:53Z

pelajarnu-bara.or.id- Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) dan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Jawa Tengah Sebentar lagi akan menyelenggarakan Konferensi Wilayah (Konferwil) di Ponpes Al Fadlu 2 Sidorejo, Brangsong, Kendal tanggal 13-15 Desember 2019 mendatang. 

Dalam Konferwil itu PW IPNU IPPNU Jawa tengah dan delegasi Pengurus Cabang (PC) IPNU dan beberapa peserta Peninjau se-Jawa Tengah paling tidak akan membahas beberapa agenda yaitu masalah terkait organisasi, Program Kerja, Rekomendasi dan memilih ketua baru.

Sebagaimana pada event-event di organisasi serupa seperti Kongres, Muktamar, Muspimnas dan sebagainya, issu yang paling digembar-gemborkan bukanlah hal yang evaluatif ataupun progressif, namun siapa yang akan diusung sebagai ketua. Sehingga tak heran jika jauh-jauh hari nama-nama kader yang ingin mencalonkan diri sebagai ketuapun bermunculan dan mulai kondolidasi dan merapat kepada cabang di daerah-daerah.

Sebagai gambaran, IPNU IPPNU adalah organisasi yang berada di bawah naungan NU (Badan Otonom NU) tugas IPNU adalah sebagai organisasi pengkaderan di tingkat pelajar, agar kelak menjadi kader NU yang benar-benar mengawal dan membumikan Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

 Organisasi yang berdiri pada 22 Februari 1954 dan 02 Maret 1955 ini memiliki slogan, Belajar, Berjuang dan Bertakwa. Wilayah garapan IPNU IPPNU pun terbatas pada pengkaderan, pengembangan dan advokasi pelajar santri, tidak sampai terlibat pada politik praktis, kecuali isu-isu tertentu yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan. Sehingga, secara umum IPNU IPPNU adalah organisasi yang dibentuk untuk mempersiapkan dan mengkader pelajar atau santri menjadi kader yang memiliki wawasan yang luas dan komitmen tinggi terhadap doktrin Alussunnah wal jamaah.

Dalam konteks IPNU IPPNU Jawa Tengah, Konferwil IPNU IPPNU  menjadi penting karena hal itu akan menentukan PW IPNU IPPNU Jateng kedepan. Mengenai signifikansi konferwil, sebenarnya ada tiga tantangan besar yang mesti dipikirkan dan ditindaklanjuti oleh wilayah dan cabang-cabang IPNU IPPNU di Jateng kedepan.

Pertama, pengkaderan. Jelas agenda ini yang paling penting dan mesti dipikirkan masak-masak. Secara umum, pengkaderan IPNU IPPNU di Jateng masih belum masif, terutama di kalangan pelajar yang berada di sekolah umum (selain LP Maarif).

 Sehingga, kader muda Nahdliyyin banyak yang dimasuki faham dan aliran  lain yang ekstrim dan tidak sesuai dengan islam ala Indonesia yang membahayakan bagi keberlangsungan NU dan Indonesia kedepan.

Kedua, Advokasi. Advokasi kepada pelajar semestinya lebih ditingkatkan, kerena hal itu akan menjadi landasan dan kebutuhan pelajar dalam berkiprah  dan tertarik pada IPNU.

 Dalam kongres IPNU di PP al-Hikmah Brebes beberapa waktu lalu,  ketua muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bahwa advokasi kepada pelajar bisa dilakukan dengan banyak hal termasuk membuat semacam Kelompok Bimbingan Belajar yang murah. Hal ini penting bagi pelajar karena biasanya mereka belum cukup dengan menu yang disuguhkan di sekolah yang waktunya terbatas, apalagi jika menjelang Ujian Naional. 

Jika IPNU bisa menyelenggarakan program semacam ini, tentunya akan sangat mendukung sekali bagi proses pengkaderan dan peningkatan mutu pendidikan pelajar.

Ketiga, Media. Media sangat penting dan berpengaruh sekali untuk semua hal. Dalam konteks ke-IPNU-an, paling tidak membuat media yang islami dan berfaham Ahlussunnah wal Jamaah sebagai sarana transformasi ilmu dan komunikasi antara pelajar-pelajar. Pada wilayah ini, baik IPNU ataupun Banom NU lainya masih sangat kurang, sehingga banyak dimanfaatkan organisasi lain untuk merekrut kader. Media tersebut bisa disajikan berupa Buletin mingguan, Jurnal, Majalah ataupun website.

Selain tiga hal diatas, ada empat prinsip yang harus dimiliki dan ditanamkan oleh kader NU menurut KH Ali Maksum Krapyak, sebagaimana yang sering disampaikan Almukarrom KH. Achmad Chalwani Berjan Purworejo di berbagai kegiatan NU dan Ceramahnya, pertama, Mengenal Nahdlatul Ulama (al-Ma’rifatu bi an- Nahdlatil Ulama). Kedua, Percaya pada NU (as-Tsiqatu bi an-Nahdlatil Ulama). Ketiga, Berjuang dengan NU (al-Jihadu bi an-Nahdlatil Ulama). Keempat, Sabar dengan NU (as-Sabru bi an-Nahdlatil Ulama.


Komentar

Tampilkan

Terkini

PUISI

+