Advertisement

Artikel

Opini Perempuan: Cantik

Redaksi Pelajar NU Banjarnegara
03 Desember, 2019, 02.04 WAT
Advertisement

Aku cantik.
Yang mengatakannya ibuku.
Sedang menurut mereka? Apakah aku cantik?

Memangnya standar kecantikan manusia itu seperti apa?
Body goals seperti tubuh langsing dan tinggi?

Lalu bagaimana dengan yang gendut ataupun pendek? Apakah tidak bisa dikatakan cantik?
Paras perfect seperti pipi tirus? Hidung mancung?

Lalu bagaimana dengan yang chubby? Apakah tidak bisa dikatakan cantik?
Hei. Itu kecantikan yang tampak oleh mata. Sedangkan mata setiap manusia tidak selalu sama dalam menilai sesuatu.

Cantik bukan tentang kesempurnaan, tapi tentang apa yang membuat dirimu terlihat istimewa. Tidak ada manusia jelek di dunia ini, sebab Tuhan sudah menciptakan manusia sesuai porsinya. Hanya saja manusia justru menciptakan suatu standar kecantikan yang kerap menimbulkan problem di kalangan perempuan. Adapun dampak dari adanya standar tersebut diantaranya :

1. Perempuan Mati-matian Mencapai Standar Kecantikan Masyarakat
Tak menutup diri dengan adanya standar kecantikan membuat para perempuan acapkali merasa kurang dengan apa yang ia miliki. Mereka akan membandingkan diri dengan perempuan lain yang berakibat pada hilangnya rasa kepercayaan diri ketika tidak mampu untuk menyamai.

Contohnya ketika perempuan melihat seorang aktris yang memiliki tubuh langsing di televisi, perempuan itu akan merasa iri dan melakukan segala macam cara agar terlihat sama.

 Tak jarang cara yang ditempuh cenderung nekat dan bisa membahayakan diri sendiri. Seperti diet ketat yang dilakukan hanya agar terihat langsing, dimana jika asal-asalan, justru dapat menurunkan stabilitas kesehatan tubuh karena kekurangan asupan nutrisi. Hal itu tidak hanya berisiko pada kesehatan fisik semata, melainkan kesehatan mental ikut berpengaruh apabila upaya yang ditempuh ternyata tak membuahkan hasil yang diharapkan, Otomatis perempuan akan lebih mudah terkena stress kan?

2. Perempuan Menjadi Gila akan Pujian
Mereka yang cantik tentu sering  mendapat pujian serta perlakuan manis dari masyarakat. Dengan demikian, perempuan akan merasa rendah diri jika masyarakat tak memandangnya cantik. Untuk itu, hanya demi lontaran pujian, perempuan rela merubah jati dirinya dan mengejar standar kecantikan di lingkup masyarakat itu tanpa memedulikan apapun.

Contohnya ketika standar kecantikan mengatakan jika cantik itu adalah mereka yang berpipi tirus. Bagi perempuan yang memiliki pipi chubby, standard kecantikan itu membuat mereka merasa Insecure. Alhasil demi bisa dikatakan cantik, perempuan akan merubah penampilannya tanpa pemikiran dan pertimbangan yang matang.

  Ada yang sampai memilih jalur instan seperti sedot lemak, penggunaan obat, atau bahkan operasi plastik yang biayanya pasti tidak murah. Hal itu tidak menjadi masalah bagi mereka yang memiliki banyak uang, namun bagi mereka yang perekonomiannya tergolong pas-pasan? Rupanya standar kecantikan menjadi tuntutan yang tak jarang membebankan diri sendiri.

3. Perempuan akan Berusaha Keras Tampil  Rupawan Dihadapan Laki-laki
Katanya, perempuan cantik akan mudah mendapat kekasih. Katanya, laki-laki akan lebih mudah jatuh cinta pada perempuan yang cantik. Dengan persepsi semacam itu, para perempuan semakin terobsesi untuk memenuhi standar kecantikan masyarakat dan bertekad, “Aku harus cantik! Aku harus cantik supaya banyak cowok yang naksir!”

Hei guys, laki-laki tidak sekadar melihat kecantikan fisiknya saja. Ada istilah inner beauty atau kecantikan hati dimana laki-laki pun akan melihat sisi itu sehingga tidak sembarang dalam menempatkan perasaannya.

Memang, first look atau kesan pertama itu penting, jika seseorang tampak cantik maka peluang didekati laki-laki pasti besar. Hanya saja kecantikan fisik tidak bisa menjamin jika hatinya pun cantik. Oleh sebab itu, tampillah sebagai apa-adanya dirimu tanpa memaksakan diri untuk terlihat cantik rupawan hingga mengesampingkan hatimu yang terlahir baik. Sebab kecantikan fisik akan luntur seiring bertambahnya usia, bukan?

Standar kecantikan memang tidak selamanya buruk selama kita bisa menyikapinya dengan tepat. Berikut ini ada beberapa keuntungan dari adanya Standar Kecantikan :

1. Adanya Standar Kecantikan Mampu Menggiring Karakter Menjadi Lebih Baik.

Cantik secara fisik tidak cukup kan?
Ketika kita menonton kontes kecantikan Miss World, kita dapat melihat banyak perempuan cantik yang berbalut gaun anggun disertai tata rias yang mempesona. Akan tetapi Juri tak hanya menilai rupa peserta, namun turut menilai kriteria lain seperti kepribadiannya, bakat yang dimiliki serta intelektualnya.

Masyarakat pun turut menilai bahwa Inner Beauty tidaklah lengkap tanpa Outer Beauty yang mendukung. Akibatnya, suatu standar kecantikan mampu menghardik perempuan untuk tidak hanya sibuk merawat kecantikan rupa semata, tetapi sibuk pula menjaga attitude-nya agar terhindar dari segala karakter buruk dalam hidup bermasyarakat.

2. Adanya Standar Kecantikan Membuat Kita Belajar Bahwa Inner Beauty Lebih Penting.

Cantik itu relatif, dengan pandangan manusia yang beragam itulah kita bisa melatih diri untuk tidak sekadar mengikuti tren kecantikan masyarakat tanpa selektif. Outer beauty bisa ditipu dengan polesan make up, namun tidak dengan Inner beauty. Hati yang baik akan memancarkan kecantikan yang tak lekang oleh waktu daripada mengandalkan rupa rupawan yang kecantikannya bisa memudar sewaktu-waktu.

3. Adanya Standar Kecantikan akan Merubah Pola Pikir Perempuan.

Bayangkan jika semua perempuan mengikuti suatu standar kecantikan di masyarakat, tentu tidak ada lagi variasi cantik tiap-tiap individu. Padahal adanya variasi tersebut menjadikan seseorang terlihat unik dan satu-satunya. Jika semua perempuan langsing, tidak ada yang gendut, maka tidak ada karakteristik kecantikan yang spesial alias akan membosankan karena semua terlihat sama saja.

Tapi apabila perempuan memiliki standar kecantikannya sendiri, tidak terkekang pada suatu standar, otomatis perempuan akan lebih mencintai dirinya sendiri, tidak mempermasalahkan pandangan masyarakat yang bisa berubah kapan saja. Karenanya perempuan harus bisa menempatkan dirinya dalam posisi yang seimbang antara Outer Beauty dengan Inner Beauty. Tidak hanya terfokus pada salah satunya, keduanya wajib berdampingan.

Jadi,
kesimpulannya, cantik itu bukan tentang terlihat sempurna. Cantik itu bukan sekadar menjadi primadona.

Definisi cantik menurutmu seperti apa?

Karena sesungguhnya, tidak ada perempuan jelek di dunia, tidak ada yang layak dihina. Cantik fisik itu dapat sirna, sedang cantik hati tidak akan purna. Cantik fisik dapat dipalsukan dengan riasan dan busana, sedang cantik hati itu tak perlu mengeluarkan dana, cukup menjadi diri sendiri yang sederhana.

Sekali lagi, cantik itu kita, semua perempuan, sedang standar kecantikan hanyalah sebuah fenomena, karenanya mari sikapi dengan bijaksana.

Ditulis oleh: Sholehah S./PAC.Banjarmangu



TrendingMore