Advertisement

BANJARNEGARABERITA

Perayaan Hari Jadi Ke-449 Kabupaten Banjarnegara Hadirkan Via Vallen Dan Gus Miftah

Redaksi Pelajar NU Banjarnegara
18 Februari, 2020, 11.25 WAT
Advertisement
Banjarnegara, Pelajarnu-bara.or.id – Untuk memeriahkan hari jadi ke-449 Kabupaten Banjarnegara, Pemkab Banjarnegara telah menetapkan sejumlah acara. Agenda tersebut untuk memperingati secara seremonial serta dalam rangka memberikan hiburan kepada masyarakat luas.
Adapun rangkaian peringatan tersebut meliputi : ziarah ke makam mantan bupati Banjarnegara, anjangsana ke bupati dan wakil bupati periode sebelumnya, panggung hiburan rakyat, lomba layur, penampilan sanggar seni dan band indie, kirab hari jadi, pagelaran wayang kulit dan pentas musik dengan artis nasional Via Vallen. Selain itu juga akan ditutup dengan doa pengajian yang menghadirkan dai kondang, KH Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah.
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengatakan, dihadirkannya dua icon nasional yakni Via Vallen dan Gus Miftah adalah untuk memberikan hiburan warga masyarakat Banjarnegara.
“Kami ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Dihadirkannya artis top dan dai kondang tanah air semata-mata kami ingin menghibur masyarakat,” kata bupati saat dimintai komentar oleh media, di Pringgitan, Jumat (14/2/2020).
Budhi menyebutkan, beberapa nama artis top dan dai kondang sempat diusulkan panitia dan juga mendengarkan aspirasi warga. Namun setelah melalui berbagai pertimbangan Setelah berunding dengan pihak manajemen, menguat dua nama tersebut dan akhirnya terjadi kesepakatan.
“Pilihan semula ada penyanyi Didi Kempot dan Nella Kharisma. Untuk penceramah ada Habib Syeh, Cak Nun dan Gus Muwafik. Akhirnya Via Vallen dan Gus Miftah yang fix,” jelas Budhi.
Asisten Administrasi, Tien Sumarwati S.Sos, MM, dalam paparan rapat hari jadi pada malam sebelumnya, rangkaian peringatan hari jadi sudah ditetapkan. Menurut Atin panggilan akrabnya dengan ditetapkannya tanggal 26 Februari sebagai hari jadi Banjarnegara menggantikan 22 Agustus, perlu sosialisasi yang masif dan terpadu. Untuk itu, pemkab bekerja sama dengan masjid-masjid dan gereja yang ada di seluruh Kabupaten Banjarnegara.
“Sosialisasi tentang hari jadi ini akan diselipkan dalam khutbah Jumat serentak di masjid-masjid di seluruh pelosok kabupaten Banjarnegara pada Hari Jumat, tanggal 21 Februari 2020. Juga pada kebaktian gereja tanggal 23 Februari,” kata Tien.
Untuk lomba layur atau seni merangkai janur dilaksanakan dua kategori yakni tingkat dan tingkat kabupaten (tanggal 24-27 Februari). Panggung hiburan rakyat (24 Februari jam 10 pagi) menampilkan Warok Aribaya, tanggal 25 Februari pagi harinya akan ditampilkan seni tari dari sanggar yang ada di Banjarnegara, sedangkan malam hari ditampilkan band indie seperti : Hujan Air, band oldies, 102 band, Rehza n Friend, Rodal Radil, Pertamax, Notasi, Karepmu dan Timline.
Puncaknya tanggal 26 Februari akan dilaksanakan kirab hari jadi dari kompleks terminal, menuju alun-alun Banjarnegara. Di sini peserta kirab yang dipimpin bupati berbaur dan makan bersama masyarakat, dengan hiburan artis top Via Vallen.
“Uniknya nanti semua peserta berjalan kaki dari kompleks terminal menuju alun-alun. Peserta wajib ikut menari bersama kelompok kesenian yang mendampingi. Sampai di alun-alun masih disambut kesenian rakyat dan sebagai gong nya ada Via Vallen yang siap menghibur masyarakat dengan lagu-lagu favorit,” terang Atin.
Pada malam harinya masih di alun-alun akan ditampilkan Ndolalak Dewi Arum dari Desa Penawaren serta wayang kulit dengan lakon “Sesaji Raja Suya” oleh Ki Dalang Anom Sarjohno. Sementara malam tirakatan di saat yang sama digelar di masing-masing kecamatan dengan melibatkan tokoh agama dan masyarakat.
“Menutup sekaligus memberi makna pada hari jadi, tanggal 27 digelar Ngaji Bareng Gus Miftah sekaligus santunan anak yatim di alun-alun Banjarnegara. Waktunya mulai jam tujuh malam. Silakan ajak sanak saudara untuk ngaji bareng dai yang sedang naik daun ini,” Ajak Atin.
Seperti diberitakan jauh sebelumnya, perubahan hari jadi Banjarnegara dari tanggal 22 Agustus menjadi 26 Februari dilatar belakangi penelitian dokumen dan sejarah yang kredibel, serta mempertimbangkan semangat nasionalisme dan patriotisme masyarakat Banjarnegara.
Dikisahkan dalam Babad Kalibening, usai mendapat keanugrahan sebagai pemegang tampuk kekuasaan di Wirasaba, Jaka Kaiman (Adipati Wirasaba atau “Adipati Mrapat”) menyampaikan gagasan untuk membagi kekuasaan menjadi 4 kadipaten Wirasaba yang sangat luas untuk saudara iparnya. Maka ia dijuluki “Adipati Mrapat” (Jawa : Mara Papat atau membagi empat). Wirasaba kemudian dibagi 4 yaitu : Wirasaba sendiri, Kejawar , Pamerden (Purbalingga), Banjar Petambakan (cikal bakal Kabupaten Banjarnegara).
Setelah dibahas pada Pansus di DPRD, kemudian melihat sejarah yang ada semakin jelas bahwa hari jadi Banjarnegara bertepatan tanggal 26 Februari 1571. *** (Muji P/Dinkominfo)

TrendingMore