Advertisement

PUISI

Aspirasi Bucin

f.i.f.i
02 Mei, 2020, 10.31 WAT
Advertisement

Teologi bersama cinta, dua hal yang tidak dapat terpisahkan. Akhir ini cerita tentang konsonan, saling terikat satu sama lain mulai menyerbak. Adakah hal lain menyeruak di tengah pandemi? Selain rindu yang bersebrangan sisi. Mata-mata penuh cahaya ditatap tinggi. Seperti virus, teorema kebucinan justru tiada banding. Semakin meluas dan meluas ke ujung nadi. Rantai pada sekat mulanya, bahkan tak mampu menjaga. Berikut, kalian bisa menyimak antologi yang direkayasa dengan kebucinan. Resapi sampai dasar dan temukan, ada salah satu namamu di puisi yang harus ditemukan.



Diajeng

Diajeng
Sastramu tadi malam sedikit menyentuh nuraniku
Membelenggu
Bahkan lencana surya sudah membuka topengnya
Ramai jalanan yang aku tatap
Tidak mengalahkan citra tulisanmu yang mengakar
Ketahuilah, diajeng
Kita punya strata yang kuat untuk meng aksara bersama


Diksi

Pada selembar keraguan aku tuliskan bait demi bait
Memaksa seluruh kosa kata berterbangan seperti maunya
Terlatih melalui frasa yang dibentuk dalam alun kata
Puisi, adakah yang mengena dari diksi?
Terasa hambar, mungkin
Hingga perpaduan itu nyaris menyinggung
Melumpuhkan dengan diam
Merambati saraf-saraf
Kemudian tercerca tiada akhirnya
Puisi, aku tahu wacana itu belum juga terhenti
Dipenuhi pertanyaan tak berkesudahan


Dilatasi

Yang ada dalam pelukmu tengah hari itu
Kebaikan terpancar menyetara dengan siang
Tapaki semua hal dengan iman
Aku turut bersuka, di bawah dilatasi cahaya
Tiada bermuram sekalipun pada hari bermuara
Entah setinggi, seluas, sedalam, atau se yang lain
Dilatasi dalam pelukmu tiada berbeda
Ucapan dalam naungan bersorot tanpa pemuaian


Jawablah Rindu

Sejauh mana
Selisih, orientasi percakapan dalam diam
Frasa tidak bisa dibohongi, baiknya jangan
Maaf, aku pernah meneguk kopimu sampai lupa daratan
Terhujung kelana waktu yang tidak pernah aku duga
Bahkan sampai segila ini
Perspektif menaut dalam lingkar realis
Sungguh, berhentilah berputar di roda pikirku
Tak tahukah?
Aku ingin mengerjakan ini itu
Bukan, bukan bermaksud sok sibuk
Ada hal lain yang aku tatap tentangmu
Itu bukan hanya persoalan rindu


Bilur Senja

Hyang di atas senja sana
Langit sebelah mana yang perlu aku cermati
Mengepak bilur kemerahan
Eh atau kejinggaan atau apalah, aku tak tahu
Rona yang bersorot itu janganlah cepat terpadam
Tamaram malam ini aku belum siap
Mari tatapi senja sekali lagi

TrendingMore