Advertisement

Artikel

Materi Ngobrol Santai Bareng Penulis; Abadikan Karyamu Melalui Tulisan

Redaksi Pelajar NU Banjarnegara
13 September 2020, 12.35 WAT
Last Updated 2020-09-15T08:06:28Z
Advertisement
Materi Ngobrol Santai Bareng Penulis
"Abadikan Karyamu Melalui Tulisan"
(Lembaga Pers dan Penerbitan Pelajar NU Banjarnegara bersama Ida Nur Awaria)

Apa sih itu menulis
Mungkin kita sering dengar dan bahkan setiap orang melakukannya. Tapi menulis dalam hal ini bagaimana kita bisa mengolah rasa, membuat sebuah cerita dan apa yang kita sampaikan itu bisa dimengerti oleh pembaca.

Apa itu sulit? Bagaimana caranya?
Yuk kita kupas satu- satu
*Mengapa Harus Menulis*

Nah ini kadang pada bertanya atau bicara sendiri

Ngapain nulis?
Buat apa?
Nggak Penting amat?

Padahal kalau sudah tahu asiknya menulis bisa ketagihan.
Apalagi nih kalian yang masih remaja pasti sering curhat
Eh bener apa bener?
Pada nulis tuh di diary, wall Facebook
Wa story Hayoo siapa?

Lagi naksir nih sama Ihwan sebelah Cie nulis lah itu kiasan
Nanti berujung puisi
Atau kadang secara terang-terangan.

Atau kalau yang Ihwan lagi punya rasa sama Akhwat sama aja. Mungkin kalau Ihwan lebih terang-terangan, biasanya yang malu-malu itu akhwat.

Nah Yuk mari kita belajar menulis agar dari sebuah curhatan menjadi karya yang bisa kita simpan apa lagi kalau menghasilkan uang.
*Sepenting Apa itu karya bagi generasi muda khususnya IPNU IPPNU*

Minat menulis untuk saat ini masih dalam posisi kurang bagi generasi muda. Padahal kalau kita sendiri termotivasi untuk menulis akan ada hal-hal positif yang akan menjadi amal jariyah kita.

1. Dengan tulisan bisa sebagai wadah dakwah
2. Dengan sebuah tulisan kita mengajak orang untuk berbuat kebaikan dan mengambil hikmah dalam sebuah cerita.

3. Dengan menulis kita belajar untuk menggunakan fungsi otak kanan agak maksimal. Karena sehari hari kita sering menggunakan otak kiri.

4. Berimajinasi tinggi ini yang penting, seorang penulis itu rata-rata memiliki imajinasi di atas kebanyakan orang pada umumnya.
5. Dengan menulis kita memiliki banyak teman.
6. Dengan menulis pula kita dapat penghasilan.



Begitu banyak manfaat dari menulis bukan?
Maka dari ini kenapa saya katakan penting untuk generasi muda kususnya. Jangan sia-siakan waktu jika orang lain bisa kenapa kita tidak?
Saya aja nyesel kenapa tidak dari muda rajin menulis padahal begitu banyak manfaat yang saya dapat sekarang ini.
Bahkan dari menulis bisa punya tabungan Alhamdullilah lumayan bisa buat tabungan daftar umroh insya Allah.
Nah makanya sebelum mulai menulis tanamkan pada diri sendiri tujuan kita dulu.

Jangan sampai nanti justru tulisan-tulisan kita malah akan membuat sesat. Ini yang lebih membahayakan. Jangan sampai ya teman-teman.
Karena kita banyak temui anak-anak muda yang berkarya, tapi malah menyimpang dan maaf kadang tidak sesuai usia yang mereka tulis secara gamblang. Bisa kita temui di whattpad.

Kalau baik tirulah, kalau jelek jangan pernah mencoba. Karena semua tulisan akan ada pertanggung jawabannya.

“Kalau begitu aku nggak mau jadi penulis?”

Ini juga kurang tepat. Tidak semua orang menekuni dunia Kepenulisan memang, tapi apa salahnya belajar?
Oke kita lanjut materi

*Hal apa saja yang harus kita pelajari sebagai pemula?*

1. Banyaklah membaca, dan membaca. Ini bersifat wajib.

Kenapa wajib membaca?

Dengan membaca kita akan menambah kosa kata dan pengetahuan. Karena bekal penulis itu kosa kata. Kalau kita lemah dan sedikit ilmu dan juga kosa kata bagaimana kita akan menyampaikan cerita?

Bagaimana sebuah cerita bisa dirangkai dengan apik Kalau kita minim kosa kata?
Makanya kenapa membaca itu perlu dan penting.

Kita ada ide misalnya, tapi tidak tahu bagaimana caranya eksekusi sama saja bohong.

2. Syarat utama Pede.
Kenapa saya katakan demikian?
Bagi pemula bekal Pede itu penting banget.

Jadi tulislah dulu, mulailah walau mungkin ilmu yang teman-teman miliki dalam menulis itu minim.

Intinya udah tulis aja dulu semua, jangan takut salah ataupun keliru. Semua yang ingin kalian sampaikan tulis dan tulis.
Begitu setelah selesai barulah kita baca ulang.

3. Terus bagaimana caranya orang tahu itu tulisan kita?
Share aja ke media
Bisa WhatsApp grup, Facebook atau plamfon-plamfon penulisan berbayar.
Bisa juga tunjukan ke teman dulu, suruhlah mereka membaca. Karena yang tahu tulisan kita menarik atau bukan itu pembaca.

4. Cari grup-grup penulisan. Dari sana kita bisa belajar menulis yang baik sesuai PUEBI.

Belajar tanda baca dan lain-lain. Di grup biasanya saling Krisan tulisan. Jangan sombong, jadi merasa sudah benar. Kalau ada yang krisan itu artinya ada yang peduli. Baca dan cermati krisan mereka. Edit bagian yang salah sesuai krisan.

Begitu seterusnya, hingga nanti kita jadi terlatih dan terbiasa buat menulis.

5. Menulis juga harus banyak observasi ya, jangan asal agar karya kita tidak cacat logika.

Misal nih kita tentukan temanya apa dulu

Kita tulis urutan
1. Tema
2. Judul
3. Bikin kerangka bab apa saja yang akan kita tulis per bagian.
Agar tidak keluar jalur yang akan kita ceritakan.
4. Caranya tulislah tema yang sudah kita kuasai.

Misal  tokoh seorang karyawan setidaknya kita wajib mengetahui apa dan bagaimana seorang karyawan tersebut.

Setting itu penting dalam sebuah Karya. Supaya pembaca itu tahu juga lokasi mana yang kita ceritakan. Jangan asal ya, bahaya kalau nanti jatuhnya cacat logika.

Misal nih nulis setting Paris karena kita terlalu halu, padahal ke Paris kita belum pernah. Bisa geogle itu keadaan negara, budaya dan juga nama Kota

Jangan salah ya. Yang paling aman itu buatlah setting yang kita pribadi itu tahu, min pernah tinggal di situ. Jadi akan membuat sebuah cerita itu hidup dan nyata.

5. Banyaklah bertanya pada yang lebih senior, karena mereka akan lebih tahu soal Kepenulisan. Dekati mereka, tiru, serap ilmunya.

Buat cerita itu senatural mungkin.
Misal ingin mengangkat tema pesantren. Nah ini mungkin teman-teman sudah mengusahi bukan?

Cerita ini yang paling diminati sekarang ini.

Buat aja sesuai yang teman-teman ketahui. Jangan pernah mencoba untuk keluar jalur. Karena di luar sana ribuan pembaca itu kritis loh, sedikit saja kita tulis keliru akan ada nyinyiran dan sebagainya.

Kalau teman-teman sudah melempar cerita ke publik maka siap-siaplah dengan menata hati untuk menerima semua kritikan.
Buat teman-teman pemula
Baiknya nulis cerpen dulu. Berlatih dan terus berlatih sebelum kita menulis cerbung.
Karena kalau cerbung itu harus alurnya jelas, ada benang merahnya hingga detail per adegan tertulis. Ini nanti kalau kita udah sering nulis cerpen pasti bisa apalagi kalau ada bakat.
*Percaya Diri dengan Karya kita*

Apa sih kiat-kiatnya?

Yuk kita simak lagi.

1. Tanamkan pada diri kita bahwa karya kita ini yang terbaik.
2. Teruslah promosi dan juga sampikan ke pembaca bahwa karya kita itu layak untuk di baca.
3. Jangan takut untuk Go Publik
Pede pokoknya. Mau di hujat mau di puji itu urusan belakang, penting share dulu.
4. Tunjukkan bahwa karya kita sarat akan pesan moral
Karena ini akan jadi lahan amal jariyah kita kelak.
5. Jangan menyerah terus semangat berkarya, mencoba terus untuk bercerita ke orang-orang apa isi dari cerita yang kita buat.
Masih ingin lanjut?
Berbagi Tips lagi ya teman-teman
* Menghadapi Writers Blok*


Apa sih yang di namakan writers blok?

Writer’s block menjadi masalah umum yang kerap melanda setiap penulis entah bagi penulis pemula maupun profesional. Kondisi ini terjadi ketika mengalami kebuntuan dalam melanjutkan tulisan baik itu di awal, di tengah atau di akhir pengerjaan. Pikiran seakan-akan terblokir, kehabisan ide, mungkin seperti ada kata-kata yang ingin dituliskan namun tiba-tiba mandek alias berhenti.
Pernah nggak sih saya mengalaminya?
Jawabnya pernah bahkan sering. Terkadang kesibukan kerja duta membuatku tak mampu lagi menuangkan ide. Semua seakan lelah dan tidak bisa terangkai.

Hal ini juga sering dialami banyak penulis bahkan yang sudah kelas dunia sekalipun.
Wajar gak sih?
Jawabnya wajar karena otak kita juga terkadang tidak bisa seimbang antara kiri dan kanan.
Nah untuk menghadapi semua itu mungkin saya akan berbagi Tips

1. Dengan cara menyegarkan Pikiran.
Jadi istilahnya berhenti dulu menulis, piknik mungkin atau jalan kemana agar otak menjadi segar kembali.
2. Mengendapkan tulisan untuk sementara waktu
Artinya menyimpan dulu naskah yang sudah kita buat, nanti kaau sudah pulih otaknya kita lanjut lagi. Dan ini biasanya aku simpan di word
3. Merombak outline yang pernah saya buat. Artinya merubah alur sesuai yang kita inginkan apa dulu yang bisa saya tulis
4. Mencari inspirasi dengan membaca buku
Nah ini kalau saya sampai menumpuk karya-karya penulis dan teman-teman penulis untuk mencari ide dan ilmu. Terkadang akan saya temukan diksi baru yang membuat saya giat lagi menulis
5. Mencari tempat menulis yang nyaman

Ini yang mungkin agak sulit bagi orang sibuk. Kalau saya di duta juga udah ngantor, di rumah ketemu sama piring dan cucian menumpuk membuat otak juga buntu. Nah cara terbaik akhirnya terkadang saya nulis saat malam hari atau di sela-sela saya istirahat di kantor. Intinya menulis itu butuh tempat menyendiri dan nyaman. Yang tahu ya kita sendiri.
6. Mencari waktu terbaik
Ini yang saya bilang kalau malam hari atau pagi setelah subuh, saat libur kerja juga bisa dimanfaatkan
7. Menggali sebanyak-banyaknya informasi tentang topik yang ditulis memulai media sosial

Jadi misal nih kita mau nulis yang sedang viral, sekarang lagi musim nikah taaruf
Nah saya biasanya rajin tuh lihat IG ataupun gosip-gosip.

Sekian materi dari saya semoga bermanfaat.



@ida_nurawaria
@mediapelajarnu.bara

TrendingMore