Advertisement

PUISI

Selamat Hari Ayah: Rindu Jiwa

Redaksi Pelajar NU Banjarnegara
12 November, 2020, 11.10 WAT
Advertisement
 

Dengan tatap kosong suatu pagi
Bapak, aku pandangi tak seperti biasa
Bersimpuh dalam nuansa yang tak jelas
Hari itu adalah kabut yang menutupi dunia

Banyak tangan ramai menepuk pundakku
Seolah menyadarkan tatap yang kian membeku
Aku yang tertahan dalam peluknya
Tidak ingin terpisah, barang satu detik saja

Aku belum siap kehilangan
Bahkan sampai detik ini, kabut itu tak kunjung menghilang
Pesona hariku telah terpadam
Bapak, tanpamu tiada lagi ruang untuk aku bernyawa

Seuntai harap yang sering kita bicarakan sore hari
Berbagi tatanan kala menghadapi pelik duniawi
Bapak, aku merindu jiwamu yang hangat
Yang meyakinkan pada tiap buntu kalimat

Termenung jauh dalam duka
Waktu tiada berhenti bertuju, mendo'a dalam kelam
Terlihat senyum samar terhias di balik pusara
Bapak, kepergianmu adalah luka terberat anak-anak

TrendingMore